Android Migrant VS Android Native

Bersih-bersih blog dulu, setaun ditinggalin udah banyak sarang laba-laba aja nih blog (Kemoceng mana kemoceng....)
Oke udah lumayan bersih, udah siap nulis lagi pagi ini (seruput kopi)



Kali ini saya akan membahas perkembangan android terkait dengan Android Migrant VS Android Native. Sebelum kita lanjut ke pembahasan mungkin banyak yang masih belum familiar dengan istilah Android Migrant dan Android Native. Istilah migrant dan native bagi android ini saya dapat dari deputy direktur SEAMOLEC bapak Ith Vuty. Oke langsung saja, apa itu Android Migrant dan Android Native?

Android Migrant :
Android Migrant adalah istilah yang digunakan untuk pengguna android yang terlahir pada era sebelum kemunculan smartphone atau bisa juga dikatakan pengguna yang baru mengenal smartphone berbasis android.
Android Native :
Android Native adalah isitlah yang digunakan untuk pengguna android yang terlahir (mulai menggunakan hand phone) saat era perkembangan android.

Kedatangan gadget berbasis Android di Indonesia sendiri dimulai dengan kehadiran HTC Magic pada tahun 2009 (Kompas) yang menggunakan Android Versi 1.6 Donut (gsmarena). Pesatnya perkembangan penggunaan gadget berbasis Android ini memaksa para pengguna hp standard ( telpon + sms, bonus senter :p ) untuk pindah atau bermigrasi ke hp Android. Android Migrant tentu tidak mudah untuk beradaptasi dengan berbagai feature "aneh" yang dimiliki oleh hp android. Mulai dari yang kesulitan menggunakan touch screen, bingung karena pulsa yang cepat habis karena tidak menggunakan paket internet, sampai pengguna yang kesulitan dalam melakukan pengaturan pada gadget android mereka. Namun saat ini kehadiran gadget dengan layar yang cukup lebar sangat membantu bagi mereka Android Migrant yang sudah berusia 50th keatas dalam membaca pesan maupun konten-konten lainnya karena bisa menggunakan tulisan yang cukup besar sehingga mudah untuk dibaca tanpa harus menggunakan bantuan kaca mata.

Berbeda dengan Android Migrant, mereka yang termasuk dalam katagori Android Native jauh lebih mudah dalam menggunakan hp dengan sistem operasi android. Bahkan Android Native mulai mencengangkan para Android Migrant karena mudahnya mereka dalam menggunakan gadget ini. Dalam video yang di unggah 2 tahun yang lalu bahkan sudah memperlihatkan kemampuan seorang bayi yang dengan lancarnya bermain game menggunakan hp android (bisa dilihat di amazing baby using android apps). Pada 2 tahun yang lalu saja seorang bayi sudah dengan mudahnya menggunakan hp android, bagaimana dengan saat ini, setelah perkembangan smartphone android yang semakin meningkat?

Perkembangan yang sangat pesat pada sistem operasi android dapat dilihat dengan cepatnya update yang dilakukan oleh android. Sejak pertama kali dirilis versi beta pada November 2007 dan rilis resmi versi 1.0 pada 2008 total sudah ada 13 versi yang di keluarkan sampai dengan tahun 2013 ini.

Varian Android tersebut adalah :
  • Android Beta (2007)
  • Android 1.0 Astro (2008)
  • Android 1.1 Blender (2009)
  • Android 1.5 Cupcake (2009)
  • Android 1.6 Donut (2009)
  • Android 2.1 Eclair (2009)
  • Android 2.2 Froyo (2010)
  • Android 2.3 Gingerbread (2010)
  • Android 3.0 Honecomb (2011)
  • Android 4.0 Ice Cream Sandwich (2011)
  • Android 4.1 Jelly Bean (2012)
  • Android 4.4 KitKat (2013)
Dengan pesatnya perkembangan Sistem Operasi Android pada Smartphone saat ini memberikan tantangan tersendiri pada Android Migrant agar tidak tertinggal jauh oleh Android Native. Android Migrant juga harus mampu mengikuti perkembangan Android agar mampu memanfaatkan Android dengan baik sehingga bisa mengarahkan para Android Native kearah yang positif bahkan mampu mengembangan aplikasi-aplikasi android mereka sendiri.

Popular posts from this blog

Lupa Nomor Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Online (PNRI)

Membaca EPUB dengan Readium

Menampilkan Format Angka dalam Rupiah dengan PHP